SONTOLOYO

by / Thursday, 31 January 2019 / Published in berita

Arif Wachjunadi

 

SONTOLOYO

Sense Of Nationalism TO LOve Yours

 

Selamat Pagi Indonesia

BENDERA SETENGAH TIANG BERKIBAR DI MARKAS – MARKAS KEPOLISIAN DI SELURUH TANAH AIR, TERHITUNG 1 – 3 FEBRUARI 2019.  PENGIBARAN BENDERA SETENGAH TIANG INI SEBAGAI PENGHORMATAN TERAKHIR ATAS KARYA DAN DEDIKASI SEORANG BHAYANGKARA SEJATI, JENDERAL POLISI P PROF. DR. AWALAUDDIN DJAMIN, MPA PHD., YANG BERPULANG PADA HARI KAMIS, 31 JANUARI 2019.

SAYA MENGENANG SOSOKNYA DALAM PERTEMUAN – PERTEMUAN YANG MENYENANGKAN DAN SARAT DENGAN DISKUSI. PADA SETIAP AGENDA PERTEMUAN, BELIAU TIDAK PERNAH MENUNDA APALAGI SAMPAI TIDAK MENERIMA KEHADIRAN SAYA. HAMPIR SEMUA KESEMPATAN SAYA DITERIMA DENGAN HANGAT DAN BERSEMANGAT. BELIAU SELALU MEMBERI PERHATIAN DAN MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK BERBINCANG TENTANG APA SAJA.

BAHKAN BELIAU SELALU MENGIKUTI PERKEMBANGAN KEDINASAN SAYA. SETIAP BERTEMU, SELALU DIAWALI DENGAN PERTANYAAN, YANG MENGURUT PERISTIWA DALAM HIDUP SAYA. “ARIF, KAMU ASOPS KAPOLRI? SEKARANG ASRENA KAPOLRI? BEGITU TAJAM DAYA INGATNYA.

PERBINCANGAN PUN BERJALAN DENGAN CERITA YANG RUNUT, SISTIMATIS DAN BERKELAS, SETIAP KALIMAT YANG DIUCAPKAN MEMILIKI NILAI UNTUK DAPAT DIJADIKAN RUJUKAN ILMIAH.  SATU KALIMAT YANG TERLONTAR DARI BELIAU, YANG SELALU SAYA INGAT ADALAH; “ARIF, KAMU JANGAN SONTOLOYO,” KATANYA. YA … KATA INI YANG SELALU DIUCAPKAN OLEH JENDERAL POLISI PROFESOR DR AWALOEDIN DJAMIN MPA, PADA KESEMPATAN BINCANG – BINCANG RINGAN.  “BERITAHU JUGA TEMAN – TEMAN POLISI LAINNYA, JANGAN SONTOLOYO YA,” UNGKAP BELIAU LUGAS. USIA YANG SUDAH SANGAT SEPUH, TIDAK MENGHALANGINYA UNTUK TERUS BERFIKIR DEMI KEMAJUAN POLRI DAN BANGSA INDONESIA.

SATU PESAN LAIN YANG JUGA KERAP DILONTARKAN ADALAH BAHWA, 1 JULI ITU HARI KEPOLISIAN NASIONAL. PESAN INI YANG MENJADI KENANGAN MANIS DALAM SETIAP DISKUSI SAYA DENGAN PROF. AWALOEDIN. PESAN YANG MASIH SULIT DAPAT DIWUJUDKAN KARENA UNTUK MENYATUKAN SATU PERNYATAAN BAHWA 1 JULI ADALAH HARI KEPOLISIAN NASIONAL OLEH 450 RIBU PRAJURIT BHAYANGKARA DI SELURUH INDONESIA ITU TIDAK MUDAH.

SEMOGA TERWUJUD ?

SEPANJANG KARIRNYA DI INSTITUSI KEPOLISIAN, PROF. AWALOEDIN YANG LAHIR DI PADANG TANGGAL 26 SEPTEMBER 1927, BANYAK MENINGGALKAN ‘WARISAN’ PENTING BAGI KEMAJUAN KAMTIBMAS. SEBELUM MENJADI KAPOLRI, BELIAU PERNAH MENGEMBAN TUGAS SEBAGAI MENTERI TENAGA KERJA DI MASA KABINET PEMERINTAHAN AMPERA, SEJAK 24 FEBRUARI 1966 SAMPAI DENGAN 17 OKTOBER 1967. LALU DIAMANAHKAN JABATAN SEBAGAI DUTA BESAR JERMAN BARAT PADA TAHUN 1976.

KETIKA ITU DIERA PEMERINTAHAN PRESIDEN SOEHARTO AWALOEDIN DJAMIN SEDANG MENJABAT SEBAGAI DUTA BESAR JERMAN, BELIAU DIPANGGIL PULANG UNTUK MENJABAT KAPOLRI, SEJAK TANGGAL 26 SEPTEMBER 1978 SAMPAI DENGAN 3 DESEMBER 1982, BELIAU DIANGKAT SEBAGAI KAPOLRI KE 8, MENGGANTIKAN JENDERAL POLISI WIDODO BUDIDHARMO DAN KETIKA MASA JABATANNYA BERAKHIR BELIAU DIGANTI OLEH JENDERAL POLISI ANTON SOEDJARWO.

SALAH SATU PROGRAM KETIKA MENJABAT KAPOLRI ADALAH PERUBAHAN DI TUBUH ORGANISASI POLRI YANG SANGAT DIRASAKAN KETIKA DIANGKAT KAPOLRI ADALAH PEMBENAHAN ADMINISTRASI KEPOLISIAN. SAAT MENJADI KAPOLRI, TIDAK HANYA KEPOLISIAN YANG MENJADI PERHATIANNYA, MELAINKAN JUGA BELIAU MEMPERHATIKAN PENTING ADANYA MITRA UNTUK BERSAMA – SAMA MENJAGA NEGERI INI. KARENA ITULAH, DI TAHUN 1980, BELIAU MENJADI PERINTIS LAHIRNYA SATPAM ATAU SATUAN PENGAMANAN, SEHINGGA PATUT KITA SEBUT SEBAGAI BAPAK SATPAM INDONESIA.

BELIAU MENGELUARKAN SURAT KEPUTUSAN KAPOLRI NO POL : SKEP/126/XII/1980 TERTANGGAL 30 DESEMBER 1980, TENTANG POLA PEMBINAAN SATPAM YANG MENGATUR TUGAS POKOK, PERANAN, FUNGSI, PENGERTIAN SERTA KEGIATAN SATPAM SECARA TEKHNIS, IA MENGUKUHKAN LAHIRNYA SATPAM INDONESIA.

PEMIKIRAN CERDASNYA INI, BERMULA DARI IDE CEMERLANGNYA KETIKA RESAH DENGAN BANYAKNYA AKSI KEKERASAN YANG DISEBABKAN OLEH CENTENG ATAU JAWARA DI SEPUTARAN IBUKOTA YANG DULUNYA KEBANYAKAN MERANGKAP SEBAGAI PENJAGA TUAN TANAH /TAUKE/BOSS YANG KERAP MEMAMERKAN TINDAKAN OVER ACTING DALAM AKSI – AKSINYA YANG KEMUDIAN MEREPOTKAN PIHAK KEPOLISIAN WAKTU ITU.

TIDAK HANYA ITU, IDE – IDE DAN GAGASAN BRILIAN TIDAK JARANG DILONTARKANNYA. SEBAGAI SOSOK YANG KESEHARIANNYA DITEMANI BUKU – BUKU DAN MEMBOLAK – BALIKKAN DOKUMEN SEJARAH, IA MENJADI TEMPAT YANG ISTIMEWA UNTUK MENDISKUSIKAN BERBAGAI LANGKAH UNTUK KEMAJUAN NEGERI INI, SEPERTI YANG KERAP BELIAU LAKUKAN KEPADA SAYA.

SETIAP KALI BERJUMPA, APA PUN PERTANYAAN YANG SAYA SAMPAIKAN, BELIAU SELALU MENJAWAB DENGAN FAKTA DAN DATA YANG SANGAT DETIL JUGA AKURAT. SELALU ADA BUKU DI DEPAN BELIAU, KETIKA SAYA DATANG KETIKA SEBELUMNYA SAYA TELAH MENYAMPAIKAN MAKSUD UNTUK BERDISKUSI.

HINGGA DI PERTEMUAN TERAKHIR SAYA DENGAN BELIAU, 5 NOVEMBER 2018 SEBELUM MENYELENGGARAKAN SARASEHAN DAN SAAT DIGELARNYA SARASEHAN TANGGAL 21 AGUSTUS SEBAGAI HARI BHAKTI POLRI TERSEBUT PADA TANGGAL, 19 NOVEMBER 2018, BELIAU TERLIHAT BERSEMANGAT HADIR DAN MENGUNGKAPKAN FAKTA – FAKTA YANG DIBUTUHKAN. TIDAK LUPA, KATA SONTOLOYO, KEMBALI KAMI DENGAR SEBAGAI CAMBUK SEMANGAT UNTUK BEKERJA DAN BERFIKIR LEBIH BAIK DALAM MELAHIRKAN SESUATU, TIDAK SONTOLOYO (KONYOL, TIDAK BERES, BODOH – KBBI) SEPERTI KEINGINAN BELIAU.

KATA YANG KHAS DILONTARKAN OLEH BELIAU BEBERAPA KALI PADA KESEMPATAN BERKUNJUNG DI KEDIAMAN PRIBADI JALAN DAHA III NO 7 KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN ATAU DI TEMPAT LAIN ADALAH KATA SONTOLOYO ITU. KATA YANG TERKESAN ANEH DAN MERENDAHKAN YANG MENJADI OBYEK PEMBICARAAN. AKAN TETAPI SESUNGGUHNYA MENGANDUNG MAKNA YANG SANGAT DALAM SEBAGAI SEBUAH PEMIKIRAN, KETIKA SIAPA SAJA INGIN MENYAMPAIKAN GAGASAN ATAU PENDAPAT JANGAN SEMBARANGAN BICARA DAN JANGAN TANPA DASAR BAIK SECARA LOGIKA ATAU ILMIAH.

SONTOLOYO ITU SENDIRI MEMILIKI MAKNA LAIN DAN SAYA COBA OTAK – ATIK MENJADI SENSE OF NATIONALISM TO LOVE YOURS.

SAYA AKAN SANGAT MENGENANG PERTEMUAN – PERTEMUAN DENGAN BELIAU YANG SELALU MEMBERI INSPIRASI DAN AKAN MERINDUKAN SUASANA DISKUSI ILMIAH DENGAN BELIAU, KARENA PADA 31 JANUARI 2019,  PADA PUKUL 14.55 WIB, KITA SEMUA, BANGSA INDONESIA TELAH KEHILANGAN SEORANG TOKOH NASIONAL, POLISI PROFESIONAL YANG JUGA SEORANG CENDEKIAWAN, JENDERAL POLISI PROFESOR DR AWALOEDIN DJAMIN MPA, YANG SANTUN DAN BERSAHAJA.

TOKOH YANG RAJIN MENULIS DAN MENGUNGKAP SERTA MENGUMPULKAN KEMBALI FAKTA – FAKTA SEJARAH KHUSUSNYA KEPOLISIAN RI YANG TERCERAI. TOKOH DOKUMENTATIF INI, WAFAT KARENA SAKIT DI RS MEDISTRA PADA USIA 92 TAHUN. BELIAU DIMAKAMKAN DI TAMAN MAKAM PAHLAWAN NASIONAL KALI BATA, PADA HARI JUMAT TANGGAL 1 FEBRUARI 2019, PADA PUKUL 13.00 WIB.

 

Selamat Jalan, Bapak Bangsa,

Innalillahi Wainnallailaihi Rojiun

Semoga Khusnul Khotimah

Jenderal Polisi Profesor Awaloedin Djamin MPA

Senior Kita

Bapak Kita

Panutan Kita

Jasa Pengabdian Dan Perjuanganmu Akan Selalu Dikenang Sepanjang Masa Oleh Polri Dan Indonesia

 

Selamat Pagi Indonesia

Jakarta. 31 Januari 2019

 

DENPASAR BALI Tahun 2013

 

PTIK Jakarta, RAPIM POLRI Tahun 2015

 

DAHA III no 7 Kebayoran Baru, 12 November 2018

TOP